Pilar Agama Di Lembah Qaidun - Agama - Book - Software - SMKN 1 Gambut
Sabtu, 2016-12-10, 23:35:50
Welcome Guest | RSS

ŠӍҚЙ 1 ǤǺӍBƯҬ™
Software, Artikel, Forum, Photo, Social Network, Education, Iklan, Video, Berita, Blog.
E-Mail

Site menu
Section categories
Iklan
Iklan

Software

Main » Ad Board » Book » Agama

Pilar Agama Di Lembah Qaidun
Sharing | 2012-08-03, 06:19:27

Syekh Said bin Isa al-Amudiy

PILAR AGAMA DI LEMBAH QAIDUN

Qaidun adalah sebuah desa lengang di pendalaman lembah dauan, Hadramaut, yang terik dan penuh pasir berdebuh. Untuk mencapanya, ia jalan bebatuan nanterjal mesti dilalui. Jarang ada  melintasi kawasan itu. Selain miliki potensi ekonomi, bentangan desa itu juga tak menyuguhkan keindahan panorama yang segar dimata.

        Akan tetapi, sejak abad ke-7 Hijriyah, semua itu berbalik. Qaidun menjadi daerah ramai. Banyak orang mengunjungi tempat itu. Mereka datang untuk menziarahi seorang tooh besar yang pernah menyemarakkan belantika kesufian di negeri Hadra maut  dan jazirah Arab pada umumnya. Dia adalah Syekh Said Bin Isa Al-Amudiy yang sangat terkenal.

      Bahkan, Akhir-akhir ini, Ziarah kemakam Syekh Said Seolah-olah merupakan keharusan bagi orang yang melintasi Qaidun . Utamanya bagi orang yang melintasi Qaidun. Utamnya bagi kaum arifin. Ziarah kolosal di helat pada setiap bulan Rajab. Dihindari kelimun orang dan tokoh-tokoh terkemuka Hadramaut. Kebesaran Syekh Said Al-Amudiy tak pernah pupus dierosi zaman, hingga detik ini jua.

      Syahdan, Keajaiban Ziarah turbah Syekh Sid Al-Amudiy pernah pula dikecap oleh Imam Abu Bakar bin Abdullah Al-Amudiy pernah pula dikecap oleh imam Abu Bakar bin Abdullah Al-Aydrus Al-Adniy. Dahulu kala, ketika Habib Abu BAkar hendak hijrah ke kota Aden , keluarga dan kerabat mewanti-wanti beliau agar terlebih dahulu berziarah ke turbah Syekh Said bin Isa al-Amudiy yang terletak di desa Qaidun. Namun sayang, kala itu Habib Abu Bakar tidak mempunyai banyak waktu. Tanpa sempat singgah ke Qaidun, beliau langsung saja menuju ke Aden.

       Ketika sampai di Aden, beliau merasakan suatu kejanggalan. Segala yang beliau harapkan dari kota itu sepertinya tak berjalan dengan mulus. Beliau pun mengadukan perihal itu kepada slah seorang bijak. Oleh sang bijak itu, Habib Abu Bakar diberi wejangan, "sepertinya ada sesuatu yang telah anda lewatkan. Anda belum berziarah ke turbah Syekh Said al-Amudiy. Cobalah Anda berziarah ke sana. Syekh Said adalah gudang penyimpan Rahasia-rahasia Ba Alawi.”

       Imam Abu Bakar terenyak oleh ucapan itu. Beliau merenung sekejap : Barangkali memang karena itulah segala citanya di kota Aden belum juga terwujud. Toh, Keluarganya juga berpesan demikian. Dengan menunggangi kapal pesiar, beliau  segera bertolak mengarungi lautan menuju Bandar Mukalla. Dari kota pelabuhan itu beliau kemudian menempuh jalan darat mengarah ke Qaidun. Di tengah jalan, ketika capek dan letih sedang mendera, beliau berpapasan dengan seorang lelaki yang berpakaian layaknya orang gunung pendalaman.

      "Hendak ke manakah Anda?” Tanya orang itu.

   "Aku mau menziarahi Syekh Said al-Amudiy.” Jawab al-adniy. "Akulah Said al-Amudiy.” Sergah si lelaki. "Ziarah Anda terkabul wahai Habib. Sekarang kembalilah ke Aden! Allah subhanu wataala akan membukakan hati penduduk Aden untuk Anda. Ketahuilah, Anda adalah penguasa Aden.”

    "Bagaimana aku bisa tahu?”Tanya Habib Abu Bakar.

    "Nanti, bila Anda memasuki kota Aden, dedangkanlah sebait syair ini, Wahai langit, tumpahkanlah air susu

    Putra Abdullah kini memasuki Aden

     Ingat Habib, Satu bait itu saja, jangan lebih…..!”Syekh al-Amudiy menutup.

    Berbekal kalimat sakti itu, habib Abu Bakar al-Adniy balik lagi ke kota Aden. Sesampainya di sana, beliau berjalan menyusuri jalanan sembari sesekali melafalkan syair pemberian al-Amudiy. Satu demi satu, penduduk Aden ikut dan berjalan di belakang beliau. Hingga ketika tepat di jantung kota, Ribuan manusia telah mengerumuni beliau. Bersama-sama, mereka menggelegarkan syair yang menggetarkan itu,

"Wahai langit, tumpahkanlah air susu

       Putra Abdullah kini memasuki Aden”

  Dan, keajaiban yang luar biasa pun terjadi. Langit mencurahkan Hujan air susu ke bumi Aden. Seluruh penduduk menjadi saksi mata. Sejak itu pula, Imam Abu Bakar al-Adniy ditahbiskan sebagai "Penguasa Aden”

MENYEPI

  Syek Said bin Isa Al-Amudi adalah pucuk dari thariqah Amudiyah. Silsilah keturunan beliau adalah said bin Isa bin Ahmad bin Isa bin Sya’ban bin Isa bin Daud bin Muhammad bin Abi Bakar bin Thallah bin Abdillah bin Abdirrahman bin Abi Bakar Ash-shiddiq, Khalifah Rasulullah SAW.

     Beliau dikenal dengan julukan Al-Amudi yang berarti tiang, karena saking rajinnya melaksanakan salat, sebagaimana maklum, salat merupakan tiang agama. Paling Afdhalnya ibadah yang dilakukan seorang hamba dalam bermunajat adalah salat. Selain itu beliau juga sangat lurus berpegang pada ajaran baginda Nabi SAW. Kepribadianya rendah hati, dermawan, kasih saying, dan suka membantu kaum lemah, sekalipun dirinya sendiri hidup dalam keserbakekurangan.

        Syekh Said bin Isa dilahirkan pada tahun 600 Hijriyah di lembah Dauan, versi lain menyebutkan di Wadi Himhar. Sejak lahir, beliau hidup dalam keadaan bersahaja, jauh dari gemerlap duniawi. Ayahnya sangat memperhatikan beliau dididik secara religious semenjak dini. Adapun tarbiyah ruhani, beliau dapatkan secara talaqqi dari para Syekh. Beliau tidak pernah belajar membaca taupun menulis. Ilmu beliau dapatkan adalah berkat seringnya berkumpul dan hadir majlis para ulama besar.

      Meski sesaat, beliau pernah mengeyam pendidikan kepada Syekh Abu Madyan Syua’ib bin Abul Hasab at-Tilmisaniy, Syekh Abdullah Shaleh al-Maghrabiy dan Imam Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali Ba Alawi.

      Kala berguru kepada Imam Faqih Muqaddam, Syekh Said memilih Mondar mandir dari desanya, Qaidun ke Tarim Yang jaraknya sangat jauh. Di perjalanan, ia acap melaksanakan salat Dhuhur di masjid jamik Syiban. Beliau sangat mencintai sang imam, begitu pula sebaliknya.

       Tokoh besar ini laksana tunas yang batangnya tumbuh lurus  di antara masjid-masjid serta majlis-majlis shalihin. Beliau hidup di zaman kezuhudan, di lembah senyap yang jauh dari hingar binger kehidupan. Di mata para arifin, lembah merupakan tujuan bagi setiaporang bijak yang ingin mengasingkan dirinya dari keramaian dunia dan mesra bertaqarrub kepada ALLAH SWT.

     Seringkali, ketika mengembala kambing-kambingnya di tebing-tebing gunung, Syekh Said bertafakur tentang keagungan sang ilahi dalam penciptaan makhluk-makhluk-Nya. Beliau melakukan itu secara naluriah, sebagai panggilan fitrah iman terhadap apa yang dibaca oleh indra dan dicerap oleh hati. Berkat permenungan yang intens itu, terpancarlah sumber-sumber hikmah dari sanubari Syekh Said, dan tumbuhlah tekad yang begitu kuat yang mendorongnya untuk bermujahadah dan menjauhkan diri dari kesenangan duniawi.

     Semenjak itu, lisannya senantiasa bergerak dalam dzikir, serta hatinya tenggelam dalam lautan syukur. Kalam-kalamnya terdengar manis dan sarat akan kearifan. Masyarakat pun mencintai beliau. Mereka mendapat kan obat hati yang mujarab dalam diri Syekh Said. Tak sedikit yang bersimpuh tobat berkat memandang beliau. Pancaran nur dari kening Syekh Said itu sangat ampuh melemahkan hati orang yang zalim dan membuat ciut nyali orang yang takabur. Tak pelayak, beliau pun jadi termasyhur. Khalayak luas tak lelah membicarakan nama beliau setiap hari.

     Kemashuran Syekh Said terus mengangkasa. Beliau diakui telah mencapai puncak kesufian. Beliau juga didaulat sebagai Khizanah Ba Alawi (gudang rahasia Ba Alaqi). Apa maksudnya? Dan, ketika berusia lanjut beliau terkena penyakit Judam (belang). Bagaimana dan mengapa? Pembaca budiman maaf entry terpotong karena edisi yang saya baca lanjutanya di buku edisi terbaru….

CUKUPLAH TAKUT KEPADA ALLAH SWT SEBAGAI ILMU DAN KEBERANIAN MENENTANG-NYA SEBAGAI KEBODOHAN



Bila Terjadi kesalahan atau link Download sudah Mati, anda Bisa Hub :
: sicklon@gmail.com : Sicklon Kz : @Sicklon_kz Atau Komentar, untuk Merepair Secepatnya
Added by: sicklon |
Views: 13888 | Placed till: 2012-09-03 | Rating: 0.0/0 | |
Total comments: 0
Only registered users can add comments.
[ Registration | Login ]
Libur Puasa 2012

Pencarian :

Iklan
Wasiat Guru Sekumpul
1. Menghormati Ulama.
2. Baik Sangka Terhadap Muslimin.
3. Murah diri.
4. Manis Harta.
5. Manis Muka.
6. Jangan Menyakiti Orang.
7. Memaafkan Kesalahan Orang.
8. Jangan Bermusuh-musuhan.
9. Jangan Thoma.
10. Berpegang Kepada Allah Ta’ala kabul segala hajat.
11. Yakin Keselamatan itu ada pada yang benar.
12. Jangan merasa baik dari pada orang lain.
13. Tiap-tiap orang iri, dengki atau adu asah jangan dilayani serahkan saja pada Allah Ta’ala.
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Iklan
TibiaME - Kz

Copyright MyCorp SMK Negeri 1 Gambut © 2011 - 2016



/font>