Halimah Sa'diyah - Mengasuh Nabi Dengan Kasih - Agama - Book - Software - SMKN 1 Gambut
Selasa, 2016-12-06, 19:03:02
Welcome Guest | RSS

ŠӍҚЙ 1 ǤǺӍBƯҬ™
Software, Artikel, Forum, Photo, Social Network, Education, Iklan, Video, Berita, Blog.
E-Mail

Site menu
Section categories
Iklan
Iklan

Software

Main » Ad Board » Book » Agama

Halimah Sa'diyah - Mengasuh Nabi Dengan Kasih
Sharing | 2012-08-01, 06:08:24


Halimah Sa’diyah

Mengasuh Nabi Dengan Kasih

Inilah kisah tentang ketulusan Halimah as-Sadiyah, seorang wanita desa bersahaja, pergi ke Mekah, bersama suami dan bayinya yang masih mungil. Mereka turut dalam kafilah. Terik siang begitu menyengat. Perjalanan terasa sangat menyiksa. Halimah bercerita, "semalaman aku dan suamiku tak bisa tidur. Si kecil terus menangis. Ia haus dan lapar. Tapi kami sudah tak punya apa-apa. Unta yang kami bawa sudah tidak mengeluarkan air susu.”

   Dengan tertatih, tibalah mereka ke Mekah. Wanita-wanita bersegera mencari anak susuan. Tak ketinggalan pula Halimah. Akan tetapi, ia sedikit tidak beruntung. Lewat dua hari ia belum juga mendapatkan bayi untuk ia susui. Hingga akhirnya terlintas seorang bayi yatim dari wanita tak berpunya. Namanya Muhammad bin Abdullah.

   Sebelum itu, ihwal bocah itu sebetulnya sudah di dengar, tepatnya tatkala rombongan baru memasuki kota.”Aku tahu bahwa setiap orang dari kami telah di tawari bocah itu,” aku Halimah. "namun, ketika tahu bahwa ia sudah tak punya bapak, mereka enggan . mereka beraggapab, bayi yatim kurang memberikan keuntungan. Ibunya yang janda takkan mampu member imbalan. Sedang kami mencari anak susuan adalah demi bayaran”

    Dalam kebimbangan, Halimah mengadu kepada suaminya, Al-Harits bin abdul uzza, "Abang, aku tak hendak pula tanpa membawa anak susuan. Bagaimana bila kubawa anak yatim itu saja.” " ambillah ia,” jawab sang suami. "barangkali Tuhan memendam kebaikan dalam diri bayi itu.” Halimah pun mantap memungut si bocah dari ibunya. Ketika membuka kain yang membungkus bayi, ia sontak merasa takjub. "Demi Allah, tak pernah kulihat bayi seindah ini. Lihat, wajahnya penuh cahaya.”

   Dibawalah bayi itu oleh mereka berdua dengan rasa suka cita. Halimah langsung menyusuinya. Ajaib air susunya mengalir lancer seketika. Bayi itu, juga putra halimah, menjadi kekenyangan dibuatnya. Tak hanya itu. Unta tua yang mereka bwa juga mengeluarkan air susu dengan derasnya begitu suami Halimah memerahnya. Al-Harits keheranan. "Duhai adinda, demi Allah, aku meresa Engkau telah mengambil anak yang pernuh keberkahan. Tidakkah engkau menyaksikan pula keberuntungan demi keberuntungan menghampiri kita semenjak ia kita bwa serta.” Semenjak itu, keluarga kecil Halimah diguyur anugerah.

     Sudah merupakan kebiasaan ibu – ibu Arab masa itu menitipkan bayi mereka supaya diasuh dan disusui wanita pedesaan. Upaya ini bertujuan agar si bayi bisa tumbuh dalam lingkungan yang lebih asri. Desa Halimah terletak di kawasan pengunungan dekat Thaif, 60 kilometer dari kota meka. Udaranya bersih dan segar.

     Rasulullah berkembang dengan keistimewaan-keistimewaan. Usai lima bulan sudah pandai berjalan. Menginjak Sembilan bulan, kemampuan verbalnya (bicara) sudah lancer. Dan ketika sudah berumur dua tahu, balita itu sudah dilepas bersama putra – putra Halimah yang lain untuk menggembala kamibing.

    Halimah memberikan pendidikan yang baik kepada Al-Amin kecil. Ia sa-ngat mencintainya. Dan Tatkala masa Penyusun-yakni dua tahun –telah lewat, Halimah mesti menyerahkan anak itu kepada ibundanya, Aminah. Ia merasa berat hati. Ia masih ingin menuai berkah darinya. "Aku mengharapkan Anda masih  bersedia menitipkan anak ini kepada kami. Biarlah ia bersama kami sampai lebih besar dan kuat. Aku Khawatir ia jadi sakit-sakitan bila tinggal di mekah " Begitulah Halimah memohon kepada bunda Aminah. Ia terus meminta hingga akhirnya ibu rasul itu luluh hati. Kembalilah Halimah ke kampong halamannya dengan hati berbunga bunga lantaran "bocah pilihan” itu masih bersamanya.

    Halimah memang bergelimang berkah kala itu. Setiap malam rumahnya terang benderang oleh pancaran wajah Nabi. Sampai tak perlu ia pasang lampu. Rejekinya kian melimpah ruah. Kambing – kambingnya beranak pinak dengan pesat serta memberikan susu yang melimpah. Padahal daerah Bani Sa’ad kering kerontang dan tak menyediakan sabana yang cukup untuk mengembala. Perlu dicatat, sebelum mengasuh Rasul, Halimah sekeluarga hidup dalam keserbatasan.

DIBELAH

     Suatu waktu, Rasulullah SAW bermain-main dengan saudara angkatnya, Damrah . Tiba-tiba beliau terlentang seperti pingsan. Damrah memanggil ibunya "Ibu lihatlah adik, adik ini kenapa?” Haliamah bergegas datang. Sampai kepada Rasul Allah SAW di langsung memeluk seuasai puas memeluk, dia Tanya, "Mengapa Nak, Engkau sakit?” Rasulullah SAW berkata, "Tadi ada tiga orang menangkap aku. Dibelah dadaku tapi tak sakit, dibasuh-basuh kemudian dijahit oeleh mereka, juga tak terasa apa-apa, itu saja”.  Halimah kebingungan. Tapi ia tak merasa dibohongi, sebab ia mafhum anak itu tak pernah berkata dusta. Halimah kemudian berkata pada suaminya, "Beruntung kita Bang, anak kita bukan orang sembarangan. Kelak ia menjadi orang besar.

    Kemudian setelah umur 4 tahun Muhammad SAW dibawa oleh Halimah untuk diserahkan kembali kepada ibunya. Setelah itu dia tidak tahu apa yang terjadi pada bocah itu, sebab untuk dapat kabar di zaman itu sangat susah. Baru, ketika Rasulullah SAW berusia 40 tahun terdengarlah berita oleh Halimah, rupanya anak susuannya telah menjadi rasul. Maka dia berujar kepada suaminya, "Tidak sangka bang, anak susu kita, anak angkat kita jadi utusan Allah”. Halimah pun merasa sebagai wanita paling bahagia di dunia.

     Halimah as-Sa’diyah, putrid Abu Dzuaib Abdullah bin Al-Harits adalah teladan bagi muslimah setiap zaman. Dengan keikhlasannya, ia menjadi sosok yang pernah mewarnai kehidupan  Rasulullah SAW. Jabatan apa yang lebih  dari "Ibunda pemimpin Umat Manusia”? Ia Wafat di kota Madinah dan dimakamkan di Baqi’. Sebelum meninggal, ia sempat bertemu anak susuan yang paling dicintainya itu. Dan, bisa dipastikan, itulah puncak kebahagiannya di dunia ini.


Terimakasih Telah membaca artikel ini.


Bila Terjadi kesalahan atau link Download sudah Mati, anda Bisa Hub :
: sicklon@gmail.com : Sicklon Kz : @Sicklon_kz Atau Komentar, untuk Merepair Secepatnya
Added by: sicklon |
Views: 601 | Placed till: 2012-08-03 | Rating: 0.0/0 | |
Total comments: 0
Only registered users can add comments.
[ Registration | Login ]
Libur Puasa 2012

Pencarian :

Iklan
Wasiat Guru Sekumpul
1. Menghormati Ulama.
2. Baik Sangka Terhadap Muslimin.
3. Murah diri.
4. Manis Harta.
5. Manis Muka.
6. Jangan Menyakiti Orang.
7. Memaafkan Kesalahan Orang.
8. Jangan Bermusuh-musuhan.
9. Jangan Thoma.
10. Berpegang Kepada Allah Ta’ala kabul segala hajat.
11. Yakin Keselamatan itu ada pada yang benar.
12. Jangan merasa baik dari pada orang lain.
13. Tiap-tiap orang iri, dengki atau adu asah jangan dilayani serahkan saja pada Allah Ta’ala.
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Iklan
TibiaME - Kz

Copyright MyCorp SMK Negeri 1 Gambut © 2011 - 2016



/font>